Yuk Kenali Anti Lag System pada Mobil Turbo

Kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan anti lag system. Dalam video-video mobil yang bertebaran di sosmed, pastinya kita pernah menjumpai mobil dengan modifikasi ini. Tandanya? Tentunya suara ledakan dari exhaust yang seringkali disertai keluarnya api!

Pada spek mesin yang ekstrim, suara ledakan dan apinya jauh lebih dahsyat. Suara ledakannya sangat keras layaknya suara tembakan AK47 atau machine gun! Seringkali kita lihat orang-orang di sekeliling sampai menutup telinga atau bahkan ada juga yang kabur terbirit-birit karena menyangka ada tembakan senjata haha.

Bagi para enthusiast, anti lag system ini merupakan sesuatu yang mengasikkan. Keren dan takjub melihat exhaust mobil dengan gagahnya mengeluarkan api dengan bunyi menggelegar. Pada event mobil atau car meet, kalo di kita terkadang ada kontes adu bunyi knalpot. Di luar sana terutama di Amerika, seringkali diadakan kontes anti lag.

Lalu apakah anti lag system hanya untuk style dan seru-seruan saja?

Tentu tidak.

Sistem ini memiliki fungsi yang sangat berpengaruh pada performa mobil turbo. Nah, dalam ulasan kali ini, kita akan membahas lengkap mengenai anti lag system ini. Mulai dari pengertian, cara kerja, jenis/metode, dan kelebihan-kekurangannya.

Kita mulai saja. Siapkan kopinya hehe.

Turbo Lag

Sebelumnya kita pernah membahas mengenai turbo. Perangkat ini memungkinkan penambahan performa mesin drastis tanpa harus memperbesar atau menambah silinder mesin. Caranya? Dengan mengkompresi pasokan udara yang masuk ke dalam mesin. More oxygen, more fuel, alhasil ya more power. Begitulah singkatnya.

Nah, meskipun turbo ini sangat paten dalam menciptakan tenaga, ada juga kelemahannya. Yang paling disoroti adalah adanya lag.

Turbo digerakkan melalui gas buangan exhaust. Hal ini membuat terjadinya delay antara saat kita menekan pedal gas dengan saat kipas turbin turbo mulai bekerja. Tentunya lag ini sesuatu yang merugikan apalagi dalam ajang balap. Ketika kita melepas pedal gas misal ketika masuk belokan, begitu kita akan melaju kembali turbo akan terasa melempem. Tenaganya tidak instan. Biasanya tenaga baru terasa setelah 2-4 detik, tergantung dari besar kecilnya ukuran si keong.

Lalu bagaimana caranya agar lag ini bisa kita kurangi?

Ada berbagai cara, semisal menggunakan dua turbo (twin turbo) atau juga menggunakan sistem twincharger yaitu memadukan turbo dengan supercharger. Tetapi, kedua metode ini juga memiliki kelemahannya masing-masing. Ada juga dengan menggunakan teknik mengemudi, semisal left foot braking, dimana pedal gas terus diinjak sambil mengerem. Tetapi yaa ini bukan modifikasi mesin hehe.

Cara lain yang paling efektif dan efisien adalah dengan menggunakan anti lag system.

Apakah Anti Lag System Itu?

Sesuai namanya, anti lag system dapat mengurangi lag dengan drastis. Metodenya pun tidak serumit atau semahal twin-turbo dan twincharger. Hasilnya, lag pada turbo dapat berkurang dan tenaga dapat dihasilkan lebih cepat.

Bukan hanya dari khasiatnya saja, anti lag system memiliki efek samping yang disukai para enthusiast. Ledakan keras dan api dari knalpot! Tentunya ini menciptakan style yang sangar dan bringas haha.

Pada awalnya tekhnologi ini digunakan pada Formula 1 di pertengahan 1980an. Kemudian, anti lag juga diterapkan pada mobil-mobil rally dan drifting.

Cara Kerja

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, turbo bekerja dengan tenaga penggerak gas buangan exhaust. Bila pedal gas dilepas, maka gas buangan pun akan berkurang, otomatis turbo pun tidak berputar maksimal.

Nah, singkatnya Anti Lag System ini memungkinkan turbo untuk tetap berputar meski saat pedal gas dilepas.

Gimana caranya?

Pernah perhatikan suara ledakan anti lag? ledakan itu terjadi setelah pedal gas dilepas/ dikurangi. Ledakan itu bukan hiasan pernak pernik saja. Ledakanlah yang menggerakkan turbo agar tetap berputar dan menghasilkan boost yang konstan. Ledakan tersebut menghasilkan dorongan yang kemudian memutar turbin turbo, sehingga meskipun pedal gas sedang dilepas, turbo tetap aktif mengirimkan boost.

Lengkapnya, kita lihat di jenis/ metode anti lag system di bawah ini.

Jenis Anti Lag System

Ignition Delay (Throttle Bypass/ Throttle Kick)

Jenis anti lag system ini menggunakan metode timing pengapian yang diperlambat (retard timing). Retard timing ini singkatnya seperti ini. Idealnya, pengapian terjadi pada saat piston telah naik ke atas atau setelah mengkompresi udara dan bensin. Udara dan bensin yang telah dikompres kemudian diledakkan oleh busi, piston pun terdorong ke bawah.

Nah pada retard timing, timing pengapian ini diperlambat/ delay. Jadi baru ketika piston turun kebawah, barulah diledakkan. Ini dilakukan dengan tuning pada ECU.

Hal tersebut kemudian mengakibatkan ada sebagian ledakan yang ikut keluar menuju exhaust. Ledakan yang keluar ini tentunya memiliki dorongan yang lebih besar dibanding dorongan gas buangan. Hal ini mampu memutar turbin turbo yang lebih optimal pada saat pedal gas di lepas.

Seconday Air Injection/ Inlet Bypass

Metode ini menggunakan saluran udara tambahan dari intake yang diarahkan ke bagian exhaust untuk memutar turbo.

Udara hasil kompresi turbo tentu memliki kepadatan dan dorongan yang kuat. Nah, apabila pedal gas dilepas, jumlah udara kompresi tentu berkurang masuk ke dalam silinder mesin. Nah, udara kompresi yang tidak terpakai tersebut akan dialirkan melalui saluran tambahan (bypass) ke bagian exhaust.

Saat kita melepas/mengurangi pedal gas, katup udara akan berkurang dan tentunya udara yang masuk ke dalam silinder pun akan berkurang. Tetapi ECU akan ditune untuk tetap memerintahkan penyemprotan jumlah bensin yang sama. Hasilnya perbandingan kadar bensin lebih besar dari udara.

Ketika dikompresi dan diledakkan, ada sebagian bensin yang tidak terbakar. Bensin yang tidak terbakar tersebut kemudian akan keluar ke exhaust dan bergabung dengan udara yang tadi disalurkan via bypass. Udara bersama bensin ditambah panas serta tekanan pada exhaust kemudian akan menghasilkan ledakan. Ledakan inilah yang kemudian mendorong turbin turbo untuk terus berputar dan menghasilkan boost.

Turbo and Intercooler Bypass (D-Valve)

Metode ini mirip dengan Inlet Bypass, tetapi tempat bypass udaranya terletak sebelum turbo dan intercooler. Jadi udara yang disalurkan ke exhaust bukanlah udara hasil kompresi turbo yang tidak terpakai, melainkan udara masuk dari intake langsung dialirkan kepada exhaust untuk mendorong turbin turbo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Releated

Apa Itu Supercharger dan Bagaimana Cara Kerjanya

Supercharger merupakan istilah yang tidak asing lagi di telinga para car enthusiast. Meskipun metode forced induction ini tidaklah sepopuler bila dibandingkan dengan saudaranya, turbocharger. Pada ulasan sebelumnya kita sudah pernah mengulang lengkap mengenai turbocharger. Rasanya kurang lengkap bila kita juga tidak membahas mengenai supercharger. Dalam ulasan kali ini, kita akan membahas apa itu supercharger dan […]

Mengenal Berbagai Jenis Kejuaraan Balap Mobil

Kejuaraan balap mobil tidak dapat dipungkiri sebagai bagian penting dalam perkembangan car culture. Tidak sedikit terobosan teknologi baru muncul dari panasnya persaingan kejuaraan balap mobil. Entah itu dalam sektor mesin, suspensi, aerodinamis, ban, dan lainnya. Tekhnologi itupun kemudian juga diaplikasikan atau diadaptasikan pada mobil-mobil produksi masal. Balap mobil juga bukan hanya sekedar motorsport atau olahraga […]