Ford v Ferrari: Kisah Legendaris Drama Rivalitas Le Mans!

Ulasan kali ini dalam rangka menyambut, haha, film Ford v Ferrari yang akan tayang perdana 15 November mendatang. Sebenarnya, sudah cukup lama saya ingin bahas kisah Ford v Ferrari ini. Tapi berhubung masih ada antrian topik ulasan lainnya, jadi belum sempat saya tuliskan. Barulah ketika mendekati waktu tayang film Ford v Ferrari, saya pikir akan menulisnya sekalian menyambut filmnya.

Sebelumnya, marilah kita sedikit berbicara film. Khususnya film motorsport atau film yang mengambil tema utama balap mobil. Jumlahnya tidak begitu banyak. Yang paling populer diantaranya Rush, Senna, Initial D, dan Tokyo Drift. Kalo film dengan ‘bumbu’ mobil atau balap mobil rasanya cukup banyak. Bahkan sepertinya sebagian besar film action pasti ada drama kejar-kejaran mobil, atau motor.

Padahal, menurut saya film dengan topik motorsport memiliki potensi besar untuk menjadi film yang menarik. Bukan sekedar karena saya penggemar mobil. Tapi coba pikirkan, motorsport sebagaimana olahraga lainnya memiliki banyak nilai-nilai yang bisa mengangkat sebuah film menjadi drama yang menegangkan sekaligus mengharukan! Sebut saja seperti nilai perjuangan, rivalitas, persahabatan, teamwork, kekalahan, kecelakaan, kematian, heroik, pengorbanan dan lainnya.

Belum ditambah adegan action laga balap mobil yang menegangkan dan bila perlu tambahkan sedikit bumbu romansa percintaan, beuuhh. Hadirkan juga tuh, sountrack lagu dan musik yang pas. Lengkap sudah! Sebuah motorsport benar-benar memiliki potensi yang komplit untuk diolah menjadi sebuah drama yang mendebarkan dan mengharukan!

Tapi ya mungkin karena melibatkan banyak stunt dan akrobatik serta susah juga kali ya menyeting serta merekam adegan-adegan film balap mobil. Mudah-mudahan saja suatu saat ada film lokal Indonesia yang mengangkat tema motorsport.

Kembali ke topik. Ford v Ferrari. Dalam ulasan kali ini kita akan bahas mengenai kisah nyata yang pernah terjadi antara Ford dan Ferrari.

Kita mulai saja. Siapkan kopinya.

Ford v Ferrari: The Movie

Ford v Ferrari merupakan film yang diangkat dari kisah nyata drama rivalitas yang terjadi antara Ford dan Ferrari pada era 1960-an. Film yang direncanakan tayang perdana di bioskop pada 15 November menyimpan banyak potensi untuk menjadi film yang menjanjikan. Bukan hanya karena adaptasi kisah nyata ataupun tema motorsportnya, tetapi fim ini dibintangi oleh para pemain film top Hollywood!

Dua tokoh utama dalam film ini, pembalap Ken Miles diperankan oleh Christian Bale, dan engineernya Carroll Shelby diperankan oleh Matt Damon. Mendengar dua nama ini tentunya bisa jadi jaminan film ini bukanlah film sembarangan. Belum ditambah aktor/artis lainnya yang sudah malang melintang dalam dunia perfilman seperti Caitriona Balfe, Jon Bernthal, Tracy Letts, Josh Lucas, Noah Jupe, dan Remo Girone.

Sutradara Ford v Ferrari adalah James Mangold yang pernah juga menyutradarai film The Wolverine dan Logan. Pada awalnya, dua bintang kelas A Hollywood lainnya yaitu Tom Cruise dan Brad Pitt lah yang sempat dikabarkan akan membintangi film ini.

Untuk skor review pada Rotten Tomatoes, Ford v Ferrari mendapat 88% dari 56 kritik dengan skor rata-rata 6,82/10. IMDb skornya adalah 7,4/10 dan skor pada metacritic mendapat 70/100 dari 13 kritik yang diterima.

Ford v Ferrari merupakan film yang diangkat dari kisah nyata drama rivalitas yang terjadi antara Ford dan Ferrari pada era 1960-an. Film yang direncanakan tayang perdana di bioskop pada 15 November menyimpan banyak potensi untuk menjadi film yang menjanjikan. Bukan hanya karena adaptasi kisah nyata ataupun tema motorsportnya, tetapi fim ini dibintangi oleh para pemain film top Hollywood!

Dua tokoh utama dalam film ini, pembalap Ken Miles diperankan oleh Christian Bale, dan engineernya Carroll Shelby diperankan oleh Matt Damon. Mendengar dua nama ini tentunya bisa jadi jaminan film ini bukanlah film sembarangan. Belum ditambah aktor/artis lainnya yang sudah malang melintang dalam dunia perfilman seperti Caitriona Balfe, Jon Bernthal, Tracy Letts, Josh Lucas, Noah Jupe, dan Remo Girone.

Sutradara Ford v Ferrari adalah James Mangold yang pernah juga menyutradarai film The Wolverine dan Logan. Pada awalnya, dua bintang kelas A Hollywood lainnya yaitu Tom Cruise dan Brad Pitt lah yang sempat dikabarkan akan membintangi film ini.

Untuk skor review pada Rotten Tomatoes, Ford v Ferrari mendapat 88% dari 56 kritik dengan skor rata-rata 6,82/10. IMDb skornya adalah 7,4/10 dan skor pada metacritic mendapat 70/100 dari 13 kritik yang diterima.

Ken Miles: The Hot-Head Racer

Pria ini berkebangsaan Inggris dulunya adalah seorang pembalap motor. Ketika perang dunia ke-2 pecah, ia ikut berbakti ke medan perang sebagai komandan tank. Setelah perang berakhir, ia kembali ke profesi awalnya sebagai pembalap. Hanya saja kali ini bukan motor, melainkan pembalap mobil.

Ken Miles sempat membalap dengan Bugatti dan Alfa Romeo sampai akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Amerika. Disinilah karirnya terus berkembang. Selain sebagai pembalap yang handal, Miles juga dikenal dengan kemampuan mechanical engineering yang mengesankan. Sudah berulang kali Miles mendesain dan membangun sendiri mobil yang ia gunakan untuk balapan. Hasilnya pun teruji dengan berbagai prestasi dan kemenangan!

Ken Miles memiliki karakter pemarah, reaktif, rumit namun sangat piawai baik dibalik kemudi maupun dalam urusan mekanikal mobil. Perpaduan antara pembalap sekaligus mekanik yang handal inilah yang kemudian membuat Carroll Shelby mengajaknya bergabung sebagai test driver. Hubungan mereka semakin dekat sampai akhirnya Shelby mengajaknya untuk membangun sekaligus membalap mobil Ford GT40.

Carroll Shelby: “My Name is Carrol Shelby and Performance is My Business”

Nama ini tentu sudah tidak asing lagi. Kita seringkali menjumpainya pada seri performa dari Ford Mustang yang dinamakan Ford Mustang Shelby.

Carroll Shelby sudah lama menyukai teknik dan mekanikal. Setelah lulus SMA ia sempat mendaftar kuliah di jurusan teknik penerbangan. Tetapi kemudian terjadi perang dunia ke-2 yang menyebabkan dia tidak jadi kuliah dan mendaftar militer sebagai instruktor dan pilot test.

Selepas perang, ia tertarik dengan mobil dan mencoba balap mobil amatir menggunakan mobil temannya. Karirnya sangat baik bahkan ia pun sempat membalap pada kejuaraan Formula 1 pada 1958-1959.

Uniknya, apabila kita membahas perseteruan antara Ford v Ferrari, Carroll Shelby sebenarnya sebelumnya sudah punya ‘dendam’ tersendiri dengan Ferrari. Ia pernah ditolak sebagai pembalap Ferarri pada kejuaraan Le Mans. Selain itu, temannya sesama driver ada yang pernah mati kecelakaan karena persaingan sesama pembalap yang disulut oleh Enzo Ferrari. Shelby kemudian menjadi pembalap Aston Martin dan membalasnya dengan mengalahkan Ferrari serta memenangkan 24h Le Mans pada 1959!

Namun sangat disayangkan pada akhir 1959, Shelby menyatakan pensiun dari balapan karena alasan kesehatan.

Tahun selanjutnya yaitu awal 1960, Ferrari sangat mendominasi dalam kejuaraan terutama kelas GT. Masih menyimpan rivalitas dengan Ferrari, Shelby tidak bisa diam. Meskipun kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk balapan ia membangun sebuah mobil bermesin V8 Ford, AC Cobra. Mobil ini meraih banyak sukses termasuk kejuaraan Daytona Coupe yang membuat Henry Ford tertarik.

Pada 1964, datanglah Ford menemui Shelby dengan membawa Ford GT40 yang masih hangat dalam kondisi kotor dan rusak sehabis gagal melanjutkan balapan. Mobil yang membawa misi balas dendam Ford v Ferrari ini ternyata tidak sesuai harapan majikannya. Ford ingin Shelby meneruskan misi menghentikan dominasi Ferrari dengan mengupgrade Ford GT40.

Henry Ford II v Enzo Ferrari: A Business Deal Gone Bad

Henry Ford II adalah cucu pertama dari founder Henry Ford yang menyelamatkan Ford dari tanda-tanda kehancuran. Ia melakukan perombakan management yang agresif dan besar-besaran. Dalam kepemimpinannya Ford juga pertama kali menjadi perusahaan publik yang sahamnya dijual terbuka.

Pada awal 1960, Henry Ford II ingin menaikkan nama Ford dengan semakin tampil dalam kancah motorsport dunia, khususnya pada balap bergengsi Le Mans. Sayangnya ketika itu Ford belum memiliki divisi yang benar-benar berprestasi dalam kancah balapan.

Pada awal 1963, Henry Ford II mendengar kabar Enzo Ferrari ingin menjual perusahaannya kepada Ford. Meskipun ketika itu Ferrari sedang mendominasi tetapi secara finansial perusahaan mereka sedang kesulitan. Tentunya kabar ini adalah sesuatu yang membuat Henry Ford II gembira dan penuh semangat! Ia pun segera pergi merapat ke Itali, markas besar Ferrari. Dikabarkan Ford telah mengeluarkan jutaan dollar untuk keperluan audit asset dan negosiasi legal.

Namun tak disangka-sangka, di tengah jalan Enzo Ferrari secara sepihak membatalkan proses akuisisi ini.

Tepat saat akan menandatangani kontrak, Enzo melihat sebuah pasal yang sebelumnya ia belum pernah lihat. Pasal ini menyatakan bahwa Ford akan mengambil alih bukan hanya divisi mobil komersil Ferrari, tetapi juga divisi balapnya. Enzo pun marah dan keluar dari ruang rapat meninggalkan Ford yang kebingungan.

Enzo Ferrari menyangka bahwa setelah akuisisi, ia tetap memiliki kendali dan menjadi operator tunggal untuk divisi balap. Tetapi dengan pasal tersebut Enzo menyadari bahwa apabila akuisisi selesai Ford akan melarang Ferrari untuk ikut serta dalam kejuaraan balapan termasuk Indy 500. Ford memang sudah lama ikut serta dalam kejuaraan tersebut.

Mendengar Enzo membatalkan akuisisi, Henry Ford II murka bukan main. Ia geram bukan hanya karena sudah menghabiskan waktu dan biaya jutaan dollar. Ia juga tersinggung dengan keputusan Ferrari yang congkak ini. Memang ketika itu Ferrari sedang gila-gilanya mendominasi dalam balapan GT dunia. Sedangkan Ford hanya dikenal sebagai produsen mobil Amerika untuk mobil komersil harian.

Henry Ford II kemudian memerintahkan anak buahnya untuk membangun mobil balap yang bisa melumat Ferarri. Ford memanggil Lola, Lotus, dan Cooper untuk memberikan proposal proyek mobil balap ini. Lola kemudian terpilih dan bersama tim engineer Ford memulai untuk membangun Ford GT40, sebuah mobil balap yang membawa misi balas dendam Ford.

Namun di luar harapan, Ford GT40 dijangkiti berbagai masalah. Mobil ini seringkali retired tidak dapat melanjutkan balapan karena berbagai kerusakan.

Pada 1964, begitu mobil ini rusak ditarik dari balapan, Ford langsung membawanya ke Carroll Shelby. Masih dalam kondisi berdebu dan rusak karena balapan, Ford menyerahkan proyek GT40 untuk dilanjutkan oleh Shelby.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Releated

Apa Itu Supercharger dan Bagaimana Cara Kerjanya

Supercharger merupakan istilah yang tidak asing lagi di telinga para car enthusiast. Meskipun metode forced induction ini tidaklah sepopuler bila dibandingkan dengan saudaranya, turbocharger. Pada ulasan sebelumnya kita sudah pernah mengulang lengkap mengenai turbocharger. Rasanya kurang lengkap bila kita juga tidak membahas mengenai supercharger. Dalam ulasan kali ini, kita akan membahas apa itu supercharger dan […]

Mengenal Berbagai Jenis Kejuaraan Balap Mobil

Kejuaraan balap mobil tidak dapat dipungkiri sebagai bagian penting dalam perkembangan car culture. Tidak sedikit terobosan teknologi baru muncul dari panasnya persaingan kejuaraan balap mobil. Entah itu dalam sektor mesin, suspensi, aerodinamis, ban, dan lainnya. Tekhnologi itupun kemudian juga diaplikasikan atau diadaptasikan pada mobil-mobil produksi masal. Balap mobil juga bukan hanya sekedar motorsport atau olahraga […]